Rabu, 08 Oktober 2014

Tentang Agroteknologi

  

Secara sederhana Agroteknologi berasal dari 2 kata agro dan teknologi.
Agro berasal dari agronomi yaitu ilmu yang mempelajari gejala (fenomena) dalam hubungannya dengan pertanian atau teori dan praktek dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman.
Teknologi berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Dalam perkembangannya sains merupakan sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Sudah terbukti bahwa Negara yang sainsnya baik atau kuat sangat maju dalam persaingan global dan akhirnya lebih maju dan berhasil meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Hubungannya dengan bahagia bagaimana?  Mungkin ada salah satu pembaca mau berkontribusi dalam hal ini, karena bahagia menurut saya sudah didominasi hubungannya dengan hati. Selanjutnya rekayasa menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya).
Berdasarkan uraian sederhana tersebut di atas maka agroteknologi adalah sains dan perekayasaan dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman untuk mendapatkan perubahan yang lebih maju/baik.

Dengan dibukanya Program Studi (PS) Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember, maka terjadi perubahan mendasar dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum atau kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Isi kurikulum menjadi sangat berkembang dengan melibatkan ilmu-ilmu tanah, ilmu-ilmu budidaya pertanian, serta ilmu-ilmu hama dan penyakit tanaman dengan porsi kurang lebih hampir sama; sehingga kurikulum menjadi bersifat lebih umum atau general. Dari survei stakeholders sebelumnya, memang kompetensi seperti inilah yang dikehendaki. Implementasi isi kurikulum ini berlangsung hingga semester 5 dan 6, terus dilanjutkan dengan peminatan atau pemilihan minat. Minat yang disediakan sesuai dengan PS yang ada sebelumnya yaitu: Ilmu Tanah, Ilmu Budidaya Pertanian, dan Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman.

Hasil evaluasi kompetensi mahasiswa setelah peminatan di PS Ilmu Tanah selama 2 tahun terakhir (2010 dan 2011), nampak bahwa mahasiswa belum siap atau belum cukup bekal untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa kesulitan untuk mengembangkan kreativitasnya dalam memilih tema atau judul penelitian dalam hubungannya dengan permasalahan ilmu tanah, apalagi pelaksanaannya baik di laboratorium maupun di lapangan. Gejala yang juga nampak terjadi yaitu mahasiswa pandai dalam diskusi (aspek kognitif), akan tetapi sangat kurang dalam isi dan mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan dalam aspek avektif maupun psikomotorik. Walaupun berdasarkan row material mahasiswa saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan saat sebelumnya yaitu PS Ilmu Tanah. (Sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar