Rabu, 08 Oktober 2014

PATI 2014

   
Assalamualaikum Wr.Wb
hhhhhaaaaiiiii Guys Pa kabar ni ????
untuk para MABA UMM 2014 pasti lagi sibuk-sibuknya za. Banyak kegiatan gitu ze, tetap tenang dan santai teman. Enoy aja soalnya banyak ilmu yang bisa kita peroleh kok :-).
sedikit sharing za gays. 
Nah sekarang ini aku lagi ada kegiatan Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi atau singkatan dari PATI. uuuiiiss tugasnya bejibun. Tapi Ilmu nya juga ndak kalah bejibun ni za.
di PATI itu kita sering dikasih oleh-oleh berupa soal-soal Evaluasi, keren kan.
disini aku ada trik ni buat ngerjakan soal-soal evaluasi, yang mana soal banyak, waktu buat ngerjainnya ndak rmayan banyak, tapi nilai harus good.
nih za kalo kita mau ngerjakan evaluasi, tips yang pertama waktu kita pelatihan perhatikan benar-benar apa yang diterangkan oleh pemateri, karena soal-soalnya banyakan yang keluar dari sana.  yang kedua jangan lupa belajar dari buku yang dikasih gays. nah yang ketiga kalo semisal ngerjain buka aj beberapa tab, entar klo ada yang tidak dimengerti kita bsa langsung browsing. kalo ngerjain jangan mepet-mepet za biar ndak tergesa-gesa.
nah kalo kesempatan pertama kurang memuaskan bisa coba kesempatan kedua, sebelum coba kesempatan kedua usahain belajar dlu ya  guys. because soalnya sama kok cuma nomernya aj yang dibolak-balik. dan jangan khawatir kalo semisal nilai kamu yang kedua lebih jelek dari yang pertama, yang bakal dipilih nilianya yang bagus kok :-)
ok itu tadi tip dari aku buat teman-teman yang lagi PATI. apabila ada salah kata saya mohon maaaf. akhiru kata Wassalamualaikum Wr.Wb

Teknologi Pertanian Jepang Terkini

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihs9Y1GoTHaqHs6bojuvnGO7VKQxhSzi8SrlGGP1u_72G1BAgTHMN7y9nxgZJsLAkVxXXvub5ld5SNHIAsraMi_r6-GlM-RWDx8DuqatBmSFXcgc9jXLSRbPKsVbWV9lvBbUchPcyNzdk/s1600/melon_surga_termahal_di_dunia_ok_90.jpg  

TRIBUNNEWS.COM - Nougyou atau pertanian menjadi masa depan Jepang? Seribu pertanyaan mengenai hal ini. Mungkinkan tanah pertanian yang kurang subur, tidak seperti Indonesia, belum lagi empat musim yang sangat menyulitkan pertumbuhan tanaman dan padi dan perubahan cuaca tidak keruan saat ini, apakah bisa ditangani Jepang di masa depan?

Satu hal kecil yang pasti, Jepang saat ini menjadi korban kemacetan kredit properti Amerika Serikat (subprime loan) dengan kerugian sedikitnya 1,5 triliun yen atau sekitar 15 miliar dollar AS di kalangan perbankan dan asuransi. Sedangkan utang pemerintah Jepang kepada masyarakat karena penerbitan obligasi Jepang (JGB) mencapai sekitar 1.200 triliun yen.

Hal lain, jumlah populasi di Jepang sudah sangat berkekurangan saat ini. Tingkat usia manusia Jepang saat ini rata-rata sekitar 45 tahun. Bahkan di beberapa pabrik besar usia rata-rata karyawannya sekitar 50 tahun sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja muda. Dari mana mereka meminta tenaga muda ini? Dari negara luar Jepang termasuk dari Indonesia.

Dengan berkekurangan tenaga kerja tersebut mungkinkah pertanian Jepang dikelola dengan baik karena tentu tanah pertanian yang luas membutuhkan tenaga yang tidak sedikit dan bukan juga orang lanjut usia.

Melihat kelemahan Jepang tersebut, Indonesia sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama dari segi sumber daya manusia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dapat disalurkan ke Jepang. Namun tidak semudah itu pergi dan bekerja di Jepang. Keuntungan kedua, TKI kita dapat belajar banyak dari Jepang sekembali ke Indonesia. Selain dapat menabung di Jepang dan kembali membawa pulang modal usaha sendiri, sekembali dari Jepang, mereka dapat membawa ilmu pertanian yang dipraktekkan di Negeri Sakura tersebut.

Mengapa begitu ingin Indonesia memperoleh ilmu pertanian tersebut? Karena semua hasil produk pertanian, perkebunan dan sebagainya dari Jepang memiliki hasil yang sangat baik, bukan sekedar baik saja.

Pengembangan bioteknologi misalnya, mungkin terbaik di dunia, ada di Jepang. Ilmu tersebut bagi TKI dapat mempelajari dengan tekun dan baik lalu diterapkan di Indonesia yang telah memiliki tanah dengan unsure yang lebih baik ketimbang tanah di Jepang.

Jangan heran apabila hasil panen Jepang, beras legit dengan nama Koshihikari, menjadi buruan orang China saat ini. Mereka membeli dari Jepang dijual di China. Mahal sekali pun pasti dibeli orang Cina yang saat ini memiliki perkembangan ekonomi 11 persen tertinggi di dunia. Sebagai catatan, 5 kilogram beras Koshihikari Jepang sekitar Rp.500.000,- atau berarti 1 kilogram beras tersebut sekitar Rp.100.000,-.

Jangan heran pula banyak orang Indonesia kalau pulang ke negeri Nusantara ini membawa oleh-oleh beras Jepang dan disambut sangat bahagia oleh keluarganya. Mengapa? Beras Jepang adalah yang terbaik di dunia, sangat legit, seperti makan ketan saja. Semua itu berkat pengembangan ilmu bioteknologi mereka, akhirnya dapat mengubah tanahnya lebih baik dan menghasilkan padi yang terbaik di dunia.

Produk lain misalnya buat juag sangat bagus di Jepang. Satu contoh buah melon. Selama hampir 50 tahun usia penulis, setelah keliling ke berbagai negara, sekali pun belum pernah makan buah melon seenak buatan Jepang. Tidak heran satu buah melon Jepang ada yang berharga Rp.2,000,000 (dua juta rupiah).

Seorang ahli buah melon di Bali, penulis tantang untuk memperlihatkan buah melon terbaiknya. Setelah mencicipi yang dia sebut sebagai yang terbaik, tetap saja kalah dengan buah melon Jepang. Bukan hanya soal kadar manis, tetapi buah melon Jepang dimakan terasa seorang memiliki daging, kekenyalan yang enak untuk dimakan, wangi, harum, serta manis yang baik, rasa manis yang baik.

Melihat kemampuan teknologi yang luar biasa baik di Jepang, memang hasil pertanian, perkebunan (buah) dan sebagainya dapat dipasarkan ke luar Jepang dengan harga baik (tidak mahal tidak murah). Kalau demikian negara lain mencoba mencuri ilmu dan teknologi Jepang? Silakan coba saja. Yang jelas Jepang tidak akan dengan mudah memberikan penemuan atau ilmunya ke orang bukan Jepang karena mereka melakukan penelitian bertahun bahkan puluhan tahun dengan biaya yang tidak kecil.

Jangan heran apabila biaya riset dan pengembangan (R&D) Jepang bisa mencapai 30 persen dari sales yang dihasilkan sebuah perusahaan. Cukup besar memang biaya atau anggaran untuk sebuah penelitian dan pengembangan produk Perusahaan.

Dengan demikian, melihat kemampuan tersebut, apalagi Jepang telah sanggup memperbaiki tanahnya yang kurang subur menjadi tanah subur, rasanya bukan tidak mungkin di masa depan Jepang akan menekankan ke sector pertanian, perkebunan, buah-buahan, sayur dan sebagainya.

Namun demikian ada sedikitnya dua kelemahan yang pasti tidak dapat dipenuhi Jepang yaitu perubahan cuaca alam yang di luar kuasa manusia. Jepang memiliki empat musim. Kalau perubahan kacau maka tumbuhan, buah, sayur dan sebagainya akan kacau pula pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal lain yang pasti tak bisa dipenuhi Jepang adalah tenaga kerja, karena jumlah manusia Jepang sudah sangat sedikit saat ini dan terus semakin sedikit. Berarti orang asing harus dimasukan ke Jepang.

Kesempatan itu terbuka luas apabila orang asing bisa berbahasa Jepang seperti diungkapkan mantan Menlu Jepang Toshihiko Komura Kamis, 1 Mei 2008, bahwa ada kemungkinan visa ke Jepang jangka waktunya menjadi lebih panjang terutama bagi yang pintar berbahasa Jepang. Karena itu para TKI, silakan belajar bahasa Jepang dengan baik mulai sekarang. Hati-hatilah, kita bersaing dengan tenaga kerja negara lain. Gambatte kudasai. Faitou!kata orang Jepang. (Sumber)
 

Kampus Putih Jas Merah KU (Universitas Muhammadiyah Malang)




Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.
Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.
Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.
Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.
Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.
Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan . Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan. Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik). Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.
Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri. Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan yang berkualitas.
Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Dasar dan Tujuan

Universitas Muhammadiyah Malang menyusun dan mengembangkan program berdasarkan pada:
  1. Pancasila dan UUD 1945,
  2. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
Adapun dalam kegiatan operasionalnya Universitas Muhammadiyah Malang berpedoman pada:
  1. Qoidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah tahun 1999,
  2. Statuta Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2001,
  3. Peraturan-peraturan lain yang terkait.
Tujuan penyelenggaraan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang adalah sebagai berikut.
  1. Menghasilkan lulusan yang beriman, bertaqwa, menguasai IPTEKS, profesional, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan mandiri menuju terwujudnya masyarakat lebih madhani.
  2. Meningkatkan kegiatan penelitian sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan dan mengembangkan IPTEKS.
  3. Menghasilkan, mengamalkan, mengembangkan dan menyebar luaskan IPTEKS dalam skala regional, nasional dan internasional.
  4. Mewujudkan pengelolaan yang terencana, terorganisir, produktif, efektif, efisien, dan terpercaya untuk menjamin keberlanjutan Universitas.
  5. Mewujudkan civitas akademika yang mampu menjadi teladan dan kehidupan bermasyarakat.
  6. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam lingkup regional, nasional dan internasional untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap Masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut Universitas Muhammadiyah Malang memaksimalkan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, yang meliputi:
  1. penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran,
  2. penyelenggaraan penelitian dalam rangka pengembangan kebudayaan khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan dan seni serta mempergiat dan memperdalam penelitian ilmu agama Islam dalam rangka mendapatkan kemurnian untuk diamalkan,
  3. penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.

Kompetensi Lulusan

Kompetensi Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang, dapat berkehidupan yang Islami dan beruswah khasanah, sehingga mampu :
  1. Merancang dan mengimplementasikan pengetahuan dan ketrampilan di bidang keilmuan yang ditekuni.
  2. Memiliki kreatifitas dan integritas ilmiah.
  3. Memiliki kemampuan mengkaji dan memecahkan masalah di bidang keilmuan saat ini dan yang akan datang dengan dukungan IPTEKS.

Fakultas-Fakultas

Pada awal berdiri, UMM baru membuka beberapa fakultas, yaitu fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Hukum, Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta jurusan Ilmu Agama (Cabang dari FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta). Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan zaman, maka UMM telah membuka fakultas-fakultas lain, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan terdiri dari D3 dan S1 Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi serta Program Pasca Sarjana yang masing-masing mengembang beberapa jurusan. Jurusan atau program studi di UMM baik tingkat diploma 3, Sarjana, Magister maupun Doktoral 40 persen telah terakreditasi A BAN-PT.

Program Diploma 3 (D3)

Terdiri dari 3 Program Diploma, antara lain:
  • Program D-3 Keperawatan (terakreditasi B)
  • Program D-3 Elektronika (terakreditasi B)
  • Program D-3 Keuangan dan Perbankan (terakreditasi B)

Program Sarjana (S1)

Terdapat 10 Fakuktas yang terdiri dari 34 Program Studi Sarjana, antara lain:
  • Fakultas Agama Islam
  1. Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) (terakreditasi A)
  2. Ahwal Al-Syakhshiyah (Syari'ah) (terakreditasi B)
  3. Ekonomi Syari'ah (prodi baru, proses akreditasi)
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  1. Ilmu Kesejahteraan Sosial (KESOS) (terakreditasi A)
  2. Ilmu Komunikasi (terakreditasi A)
  3. Ilmu Pemerintahan (terakreditasi A)
  4. Sosiologi (terakreditasi A)
  5. Ilmu Hubungan Internasional (HI) (terakreditasi A)
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  1. Manajemen (terakreditasi A)
  2. Akuntansi (terakreditasi A)
  3. Ekonomi Pembangunan (terakreditasi B)
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  1. Pendidikan Matematika (terakreditasi B)
  2. Pendidikan Biologi (terakreditasi A)
  3. Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (terakreditasi B)
  4. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (terakreditasi B)
  5. Pendidikan Bahasa Inggris (terakreditasi B)
  6. Pend. Guru Sekolah Dasar (PGSD) (terakreditasi B)
  • Fakultas Teknik
  1. Teknik Mesin (terakreditasi B)
  2. Teknik Sipil (terakreditasi B)
  3. Teknik Elektro (terakreditasi B)
  4. Teknik Industri (terakreditasi C)
  5. Teknik Informatika (terakreditasi C)
  • Fakultas Pertanian dan Peternakan
  1. Agroteknologi / Agronomi (terakreditasi A)
  2. Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis) (terakreditasi B)
  3. Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) (terakreditasi B)
  4. Kehutanan (terakreditasi B)
  5. Peternakan (terakreditasi A)
  6. Budidaya Perairan (Perikanan) (terakreditasi A)
  • Fakultas Psikologi
  1. Psikologi (terakreditasi A)
  • Fakultas Hukum
  1. Ilmu Hukum (terakreditasi A)
  • Fakultas Kedokteran
  1. Pendidikan Dokter (terakreditasi B)
  • Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
  1. Ilmu Keperawatan (terakreditasi C)
  2. Farmasi (terakreditasi B)
  3. Fisioterapi (prodi baru, proses akreditasi)

Program Magister (S2)

Terdiri dari 9 Program Magister, antara lain:
  • Magister Manajemen (terakreditasi A)
  • Magister Agama Islam (terakreditasi A)
  • Magister Hukum (terakreditasi A)
  • Magister Kebijakan Pendidikan (terakreditasi B)
  • Magister Psikologi Sains (terakreditasi B)
  • Magister Sosiologi (terakreditasi A)
  • Magister Agribisnis (terakreditasi B)
  • Magister Pendidikan Matematika (prodi baru, proses akreditasi)
  • Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (prodi baru, proses akreditasi)

Program Doktoral (S3)

Terdiri dari 2 Program Doktoral, antara lain:
  • Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (terakreditasi C)
  • Pendidikan Agama Islam (prodi baru, proses akreditasi)   (SUMBER)